MENCINTAI NABI DAN KELUARGANYA
Monday, May 8, 2017
Edit
"(Sabda Rasulullah) barang siapa meninggal dunia dalam keadaan ia mencintai keluarga Muhammad, maka ia meninggal sebagai seorang Syahid. Dan barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad maka ia meninggal dalam keadaan terampuni segala dosanya.
Barang siapa meninggal dalam keadaan tetap mencintai keluarga Muhammad, ia meninggal sebagai seorang yang telah diterima taubatnya.
Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, ia meninggal sebagai seorang mu'min yang sempurna imannya.
Barang siapa meninggal dalam keadaan tetap mencintai keluarga Muhammad, ia akan digembirakan di surga oleh Malaikatul Maut serta Malaikatul Munkar - Nangkir.
Barang siapa meninggal sebagai pecinta keluarga Muhammad, ia akan dihantar ke dalam surga seperti pengantin wanita diantarkan ke rumah suaminya.
Barang siapa meninggal sebagai seorang pecinta keluarga Muhammad, maka akan dibukakan baginya 2 pintu baginya dalam kubur menuju surga.
Barang siapa meninggal dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad, akan menjadikan kuburnya sebagai tempat yang diziarahi oleh malaikat (pembawa) rahmat.
Barang siapa meninggal dalam keadaan tetap mencintai keluarga Muhammad, ia meninggal sebagai seorang pengikut sunnah (Rasul) dan sebagai anggota keluarga besar jama'ah.
Kaum Muslimin.
Adapun jika ada yang meninggal dunia dalam keadaan membenci keluarga Muhammad, ia akan dihadirkan pada hari kiamat tertulis diantara kedua matanya :
" orang ini telah putus asa dari Rahmat Allah"". Hadist ini disebutkan oleh Imam ats-Tsa'labi dalam tafsirnya al Kabir ketika menafsirkan Ayat al Mawaddah (S.42-A.23) yang diriwayatkan dari Jarir bin Abdillah al Bujali dari Rasulullah S.A.W. Demikian pula az Zamakhsyari dalam Tafsirnya al-Kasysyaf mengutipnya sebagai Hadist yang tidak diragukan.
